Penjelasan Tentang Monitor
Pengertian Monitor
Monitor atau sering kita sebut Layar tampilan Komputer. Istilah monitor biasanya digambarkan pada sebuah kotak layar yang dapat menampilkan sesuatu dari komputer. Selain itu pula istilah monitor terkadang digambarkan untuk menilai kemampuan grafis. Ide monitor pertama kali diperkenalkan oleh C.A.R Hoare dan Per Brinch-Hansen pada awal 1970-an. Monitor terdiri atas data-data private dengan fungsi-fungsi public yang dapat mengakses data-data tersebut. Method-method dalam suatu monitor sudah dirancang sedemikian rupa agar hanya ada satu buah method yang dapat bekerja pada suatu saat. Hal ini bertujuan untuk menjaga agar semua operasi dalam monitor bersifat mutual exclusion.
Monitor dapat dianalogikan sebagai sebuah bangunan dengan tiga buah ruangan yaitu satu buah ruangan kontrol, satu buah ruang-tunggu-masuk, satu buah ruang-tunggu-dalam. Ketika suatu thread memasuki monitor, ia memasuki ruang-tunggu-masuk (enter). Ketika gilirannya tiba, thread memasuki ruang kontrol (acquire), di sini thread menyelesaikan tugasnya dengan shared resource yang berada di ruang kontrol (owning). Jika tugas thread tersebut belum selesai tetapi alokasi waktu untuknya sudah habis atau thread tersebut menunggu pekerjaan thread lain selesai, thread melepaskan kendali atas monitor (release) dan dipindahkan ke ruang-tunggu-dalam (waiting queue).
Monitor atau sering kita sebut Layar tampilan Komputer. Istilah monitor biasanya digambarkan pada sebuah kotak layar yang dapat menampilkan sesuatu dari komputer. Selain itu pula istilah monitor terkadang digambarkan untuk menilai kemampuan grafis. Ide monitor pertama kali diperkenalkan oleh C.A.R Hoare dan Per Brinch-Hansen pada awal 1970-an. Monitor terdiri atas data-data private dengan fungsi-fungsi public yang dapat mengakses data-data tersebut. Method-method dalam suatu monitor sudah dirancang sedemikian rupa agar hanya ada satu buah method yang dapat bekerja pada suatu saat. Hal ini bertujuan untuk menjaga agar semua operasi dalam monitor bersifat mutual exclusion.
Monitor dapat dianalogikan sebagai sebuah bangunan dengan tiga buah ruangan yaitu satu buah ruangan kontrol, satu buah ruang-tunggu-masuk, satu buah ruang-tunggu-dalam. Ketika suatu thread memasuki monitor, ia memasuki ruang-tunggu-masuk (enter). Ketika gilirannya tiba, thread memasuki ruang kontrol (acquire), di sini thread menyelesaikan tugasnya dengan shared resource yang berada di ruang kontrol (owning). Jika tugas thread tersebut belum selesai tetapi alokasi waktu untuknya sudah habis atau thread tersebut menunggu pekerjaan thread lain selesai, thread melepaskan kendali atas monitor (release) dan dipindahkan ke ruang-tunggu-dalam (waiting queue).
Prinsip kerja monitor
Monitor mempunyai 2 kabel yangberada dibelakangnya. Dapatdiperhatikan pada gambardisamping.1.Kabel power/daya2. Kabel sinyal/dataSewaktu monitor digunakan maka kabel power dihubungkan kealiran listrik sedangkan kabel sinyal dihubungkan ke display adapter/kartuVGA yang berada di CPU. Monitor mendapatkan input dari Card Adapterdalam format RGB dan sebuah sinyal kontrol syncronisasi.
Penggolongan Monitor
Ada banyak cara untuk menggolongkan monitor. Pertama berdarsarkan teknologi yang digunakan monitor memiliki 2 jenis yaitu CRT (Cathode Ray Tube) dan LCD (Liquid Crystal Display) dan yang kedua adalah dengan melihat kemampuan dari warna yang dihasilkan monitor tersebut. Penggolongan monitor berdasarkan kemampuan dari warna dibagi menjadi tiga kelas, diantaranya:
Monochrome
Monitor yang biasanya menampilkan dua warna, warna background dan satu lagi adalah warna foreground. Warna tersebut adalah warna hitam dan putih, hijau dan hitam dan Kuning dan hitam.
Gray-scale
Ada banyak cara untuk menggolongkan monitor. Pertama berdarsarkan teknologi yang digunakan monitor memiliki 2 jenis yaitu CRT (Cathode Ray Tube) dan LCD (Liquid Crystal Display) dan yang kedua adalah dengan melihat kemampuan dari warna yang dihasilkan monitor tersebut. Penggolongan monitor berdasarkan kemampuan dari warna dibagi menjadi tiga kelas, diantaranya:
Monochrome
Monitor yang biasanya menampilkan dua warna, warna background dan satu lagi adalah warna foreground. Warna tersebut adalah warna hitam dan putih, hijau dan hitam dan Kuning dan hitam.
Gray-scale
Gray scale monitor adaalah jenis spesial dari monitor monochrome yang dapat menampilkan bayangan ungu yang berbeda.
Color
Monitor color adalah monitor berwarna yang memiliki 16 hingga satu juta warna yang berbeda. Monitor berwarna ini kadang disebut monitor RGB karena monitor tersebut dapat menerima 3 sinyal yang berbeda. Merah (Red), Hijau (Green), Biru (Blue).
Color
Monitor color adalah monitor berwarna yang memiliki 16 hingga satu juta warna yang berbeda. Monitor berwarna ini kadang disebut monitor RGB karena monitor tersebut dapat menerima 3 sinyal yang berbeda. Merah (Red), Hijau (Green), Biru (Blue).
Kemudian
pada Resolusi monitor kita dapat mengidentifikasikan seberapa padat
pixel yang ada, Pada umumnya, semakin banyak pixel (sering di ungkapkan
dengan titik per inci), semakin tajam hasil gambar yang dapat
ditampilkan. Banyak monitor saat ini sudah dapat menampilkan 1024 hingga
764 pixels, untuk penggunaan kartu grafis standar. Beberapa model
monitor high end sudah dapat menampilkan 1289 hingga 1024, atau bahkan
1600 hingga 1200 pixel. Selain itu ada beberapa cara umum lainnya yang
dapat dilakukan untuk menggolongkan monitor, yaitu dengan berdasarkan
istilah pada tipe sinyal yang diterima oleh monitor tersebut, apakah itu
analog ataukah digital. Kebanyakan monitor saat ini menerima sinyal
analog, yang mensyaratkan penggunaan VGA, SVGA, 8514/A dan beberapa
resolusi pewarnaan standar lainnya.
Setelah
mengetahui penggolongan computer berdasarkan kemampuan warna, kini
dijelaskan tentang penggolongan computer berdasarkan teknologi yang
digunakan. Diantaranya:
CRT (Cathode Ray Tube)
Monitor
pertama adalah monitor CRT. Monitor CRT merupakan monitor konvensional
dengan tabung sebagai media penyebaran electron yang berfungsi untuk
menghasilkan warna atau gambar. Prinsip kerja monitor konvensional,
monitor CRT (Cathode Ray Tube) dengan cara elektron ditembakkan dari
belakang tabung gambar menuju bagian dalam tabung yang dilapis elemen
yang terbuat dari bagian yang memiliki kemampuan untuk memendarkan atau
menguraikan cahaya . Sinar elektron tersebut melewati serangkaian magnet
kuat yang membelok-belokkan sinar menuju bagian-bagian tertentu dari
tabung bagian dalam.
LCD
Monitor
LCD. Saat ini perkembangan monitor LCD sangatlah pesan. Itu disebabkan
karena monitor LCD lebih menghemat tempat dibandingkan dengan monitor
CRT yang memiliki ukuran lumayan memakan tempat. Cara Kerjanya adalah
sebagai berikkut. Pada sebuah panel LCD berwarna, setiap pixel terdiri
atas tiga buah cell kristal cair. Setiap ketiga cell tersebut memiliki
filter merah, hijau, atau biru (Red-Green-Blue/RGB). Sinar yang melewati
cell yang terfilter tersebut akan menciptakan warna yang Anda lihat
pada LCD. Kadang-kadang sistem yang mengirimkan arus listrik pada satu
cell atau lebih tidak berjalan dengan baik. Kejadian tersebut
menimbulkan adanya pixel yang gelap dan “rusak” yang sering disebut
sebagai dead pixel. Hampir semua LCD berwarna modern menggunakan sebuah
transistor film yang tipis (Thin-Film Transistor/TFT), yang dikenal
sebagai active matrix, untuk menghidupkan setiap cell. LCD TFT
menciptakan citra yang lebih jelas, jernih dan terang. Teknologi LCD
terdahulu sangat lambat, kurang efisien, dan kontrasnya sangat rendah.
Teknologi matriks terdahulu, passive-matrix, mampu menampilkan teks yang
jelas tetapi meninggalkan bayangan jika tampilan berubah dalam waktu
cepat, sehingga tidak optimal untuk video.
Keuntungan
dari monitor LCD ini adalah karakter bright yang nyaman dimata serta
bebas distorsi, Tidak bergantung pada refreshrate, user frendly, hemat
listrik, ukuran yang ringkas, ringan serta tampilan yang lebih menarik.
Namun, terdapat kekurangan seperti viewing angle terbatas, tampilan
gambar baik hanya di resolusi native-nya, response time dan ghosting,
warna kurang akurat, harga lebih mahal.
LED
Monitor
LED. Seperti namanya monitor jenis ini menggunakan LED sebagai komponen
penghasil warna. LED iti sendiri menggunakan cahaya pancaran diode
(Light Emitting Diode) sebagai sumber cahaya televisi. LED menggunakan
diode untuk membuat banyak vibrant dan image yang berwarna-warni. Warna
hitam akan menajdi benar-benar hitam, bukan hitam abu-abu, dan warna LED
lebih realistic dibandingkan monitor LCD. Monitor LED memiliki kontras
rasio 500,000:1, juga refresh rate yang tinggi. Keuntungan dari monitor
LED ini adalah kualitas warna yang lebih baik, lebih hemat listrik
dibandingkan monitor LCD pada ukuran yang sama, bebas merkuri dan desain
yang tipis. Kekurangannya, haeganya lebih mahal dari monitor LCD.
Monitor Plasma
Teknologi
ini menggunakan gas neon/xenon yang diapit dua lapisan pelat kaca.
Kejutan listrik dimasukkan ke lapisan gas, yang langsung memberi reaksi
berupa penciptaan elemen gambar (disebut sebagai pixel). Proses
penciptaan gambar dilakukan langsung, tanpa diurai memakai proses lain
seperti CRT atau RPTV. Tentu ini membuat kualitas gambar juga jadi lebih
bagus.
Komponen penghasil gambarnya adalah DLP. DLP inilah yang menangkap sinyal atau input berupa gambar/image dasar, berupa warna merah (red), abu-abu (grey) dan hitam (black). Warna RGB kemudian dipisahkan oleh roda warna, dan kemudian dipantulkan oleh gas phospor. Yang mempertemukan tiga warna (RGB) adalah mata kita. Pada plasma televisi, gas phospor akan mengeluarkan sinar ultraviolet bilamana dipanaskan oleh sinyal listrik. Sinar ultraviolet itulah yang kemudian menampilkan gambar di layar.
Akibat
teknologi yang digunakan, monitor plasma sangat mudah panas. Malah di
beberapa kasus, bila suhu ruangan tempat ia diletakkan tidak stabil,
bisa juga meledak. Monitor jenis ini rentan dengan noise (gangguan pada
gambar), seperti efek gosong di gambar, smearing (tertinggalnya sinyal
gambar di layar), juga color binding (lambatnya perubahan warna pada
adegan-adegan cepat).
Komponen penghasil gambarnya adalah DLP. DLP inilah yang menangkap sinyal atau input berupa gambar/image dasar, berupa warna merah (red), abu-abu (grey) dan hitam (black). Warna RGB kemudian dipisahkan oleh roda warna, dan kemudian dipantulkan oleh gas phospor. Yang mempertemukan tiga warna (RGB) adalah mata kita. Pada plasma televisi, gas phospor akan mengeluarkan sinar ultraviolet bilamana dipanaskan oleh sinyal listrik. Sinar ultraviolet itulah yang kemudian menampilkan gambar di layar.







0 komentar:
Posting Komentar